Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Logo Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Keselamatan Pasien Harus Terjaga Sepanjang Perjalanan Pengobatan Penyakit Tidak Menular

2,745

Jakarta, 29 September 2026 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan pentingnya memastikan keselamatan pasien pada setiap tahapan pelayanan kesehatan, khususnya bagi pasien dengan penyakit tidak menular (PTM) yang membutuhkan perawatan jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono dalam peringatan World Patient Safety Day (WPSD) atau Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026 yang digelar di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Mahar Mardjono Jakarta, Selasa (29/9/2026). Tahun ini, WPSD mengangkat tema “Safe Care for Noncommunicable Diseases” dengan slogan “Safe Care for Life”.

“Keselamatan pasien harus hadir sepanjang perjalanan hidup pasien, terutama pada penyakit tidak menular yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Mutu dan keselamatan harus hadir di setiap titik pelayanan, mulai dari pencegahan, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi dan perawatan jangka panjang,” ujar Prof. Dante.

Prof. Dante mengatakan perjalanan pasien dengan PTM dapat berlangsung panjang dan kompleks. Dalam setiap tahapan terdapat titik-titik kritis yang dapat menimbulkan risiko keselamatan, mulai dari keterlambatan atau kesalahan diagnosis, kesalahan penggunaan obat, hingga risiko pasien jatuh maupun kesalahan identifikasi pasien.

Karena itu, keselamatan pasien tidak cukup hanya dilihat dari hasil pengobatan, tetapi juga dari bagaimana pelayanan diberikan secara aman pada setiap tahap.

“Kita tidak cukup bertanya apa penyakitnya dan bagaimana mengobatinya. Kita juga harus memastikan bagaimana pelayanan itu diberikan dengan aman di setiap tahap perjalanan pasien,” kata Prof. Dante.

Untuk memperkuat mutu dan keselamatan pelayanan, Kemenkes terus mendorong penerapan standar pelayanan dan akreditasi fasilitas kesehatan. Saat ini, lebih dari 96 persen rumah sakit telah terakreditasi oleh lembaga penyelenggara akreditasi yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.

Penguatan keselamatan pasien juga didukung melalui pemanfaatan teknologi digital. Platform SATUSEHAT membantu mendokumentasikan riwayat penyakit, hasil pemeriksaan laboratorium, dan pengobatan pasien sehingga informasi kesehatan dapat tersedia secara lebih berkesinambungan ketika pasien berpindah layanan.

“Dengan dokumentasi informasi kesehatan yang lebih baik, kita dapat mengurangi risiko kesalahan akibat informasi yang tidak lengkap dan memastikan pelayanan berlangsung lebih berkesinambungan,” ujar Prof. Dante.

Selain penguatan sistem pelayanan, Prof. Dante menekankan pentingnya keterlibatan pasien dan keluarga sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan pasien.

Pasien perlu memahami kondisi kesehatannya, mengetahui pilihan terapi yang tersedia, berani bertanya dan menyampaikan kekhawatiran, mengenali tanda bahaya, serta terlibat dalam pengambilan keputusan terkait pelayanan kesehatannya. Sementara keluarga berperan dalam mendukung kepatuhan pengobatan, memantau kondisi pasien, dan memastikan perawatan berjalan dengan baik.

WHO Indonesia juga menekankan bahwa keselamatan pasien merupakan fondasi pelayanan kesehatan berkualitas sekaligus bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem kesehatan.

Deputy Head of WHO Indonesia, Tara Kessaram, menyampaikan bahwa secara global sekitar 1 dari 10 pasien mengalami bahaya atau cedera selama menerima pelayanan kesehatan, dan sekitar setengah dari insiden tersebut dinilai dapat dicegah.

“Keselamatan pasien harus dilindungi di seluruh rentang proses perawatan (continuum of care), mulai dari pencegahan, diagnosis yang tepat waktu dan akurat, pengobatan dan manajemen obat, rujukan, transisi perawatan, pemantauan jangka panjang, hingga dukungan perawatan mandiri,” ujar Tara.

Peringatan WPSD 2026 di Indonesia menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya keselamatan pasien melalui edukasi, peningkatan kesadaran publik, pembelajaran, dan inovasi.

Rangkaian kegiatan WPSD Kemenkes sepanjang September 2026 meliputi kompetisi inovasi keselamatan pasien yang diikuti 192 peserta dari seluruh Indonesia, kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat, podcast keselamatan pasien, serta seminar bertema “Stroke Patient Safety Journey” yang dilaksanakan bersama RS PON Mahar Mardjono Jakarta.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (DJ/HY)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, MKM

Previous Article
Kemenkes Turunkan Syarat SKP Dokter Jadi 160
Next Article
KKSK Bahas Penguatan Pengawasan Obat, Kratom, dan Reformasi Jaminan Kesehatan


KALENDER KEGIATAN