Generasi Sehat, Masa Depan Hebat

Logo Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Menkes: Kemitraan Kesehatan Harus Berujung pada Dampak Nyata

3,385

Jakarta, 15 September 2026 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan pentingnya mengubah kemitraan pembangunan kesehatan menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan dalam The 4th Indonesia Health Partners Meeting (IHPM) 2026 di Shangri-La Hotel Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Mengusung tema “From Partnership to Impact – Mobilizing Strategic Investments for Indonesia’s Health Transformation”, IHPM menjadi forum untuk memperkuat kolaborasi dan menyelaraskan dukungan mitra pembangunan dengan prioritas transformasi kesehatan Indonesia. Forum ini dihadiri sekitar 300 peserta dari mitra pembangunan, lembaga internasional, filantropi, sektor swasta, serta kementerian/lembaga terkait.

“The distance between partnership and impact is delivery. Kemitraan hanya berarti jika diterjemahkan menjadi perbaikan nyata dalam kehidupan masyarakat—ketika anak mendapatkan vaksin, ibu dapat melahirkan dengan aman, TBC terdeteksi lebih awal, dan layanan kesehatan berkualitas tersedia bagi setiap masyarakat Indonesia,” ujar Menkes Budi.

Menkes mengatakan, pemerintah memiliki target meningkatkan angka harapan hidup dari 72 menjadi 76 tahun, sekaligus meningkatkan harapan hidup sehat dari 60 menjadi 65 tahun. Untuk mencapainya, penguatan layanan kesehatan primer menjadi salah satu prioritas utama, termasuk pemenuhan alat kesehatan dan revitalisasi Puskesmas.

Kemenkes telah mendistribusikan sekitar 300.000 antropometri kit ke Posyandu serta 10.000 alat USG ke Puskesmas. Pemerintah juga akan memperkuat 10.000 Puskesmas dengan X-ray untuk mendukung skrining TBC serta teknologi diagnosis molekuler.

Upaya pencegahan juga diperkuat melalui Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program ini telah menjangkau sekitar 70 juta orang pada tahun pertama dan mencapai sekitar 88 juta orang hingga Agustus 2026, dengan target 130 juta orang tahun ini. Dari skrining tersebut, masalah kesehatan gigi dan obesitas menjadi perhatian penting karena berkaitan dengan berbagai penyakit tidak menular.

“Kalau kita ingin memperpanjang usia harapan hidup, cara yang paling murah adalah menjaga masyarakat tetap sehat, bukan menunggu mereka sakit kemudian mengobatinya,” kata Menkes.

Untuk mendukung transformasi tersebut, pemerintah membutuhkan kemitraan yang lebih terarah, transparan, dan berkelanjutan. Saat ini terdapat 108 mitra pembangunan yang telah memiliki kerja sama dengan Kemenkes, sementara berdasarkan RIBK masih terdapat funding gap sekitar Rp472,2 triliun.

“Kepercayaan adalah fondasi kemitraan. Kepercayaan harus diperoleh dan terus dijaga. Karena itu, kita harus terbuka mengenai prioritas, hasil, dampak, dan penggunaan pembiayaan. Kita harus bergerak dari partnership menuju impact,” pungkas Menkes.

Berita ini disiarkan oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Halo Kemenkes melalui hotline 1500-567 atau email [email protected]. (DJ/HY)

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik

Aji Muhawarman, ST, MKM

Artikel Sebelumnya
Usai Kajian Komnas KIPI, Kemenkes Pastikan BIAS Tetap Dilanjutkan di Karo
Artikel Selanjutnya
KKSK Bahas Penguatan Pengawasan Obat, Kratom, dan Reformasi Jaminan Kesehatan


KALENDER KEGIATAN